Kemandirian Hidup Berawal dari Seni

sma

Sebanyak 267 siswa kelas XI SMA Laboratorium UM merasakan menjadi mahasiswa dalam kegiatan workshop sehari di Fakultas Seni Rupa dan Desain kampus 2 Mojosongo Institut Seni Indonesia Surakarta (28/2). “Ini adalah kegiatan Outdoor Learning pertama diadakan di Kampus,” ungkap Wakasek Humas Dra. Jumiati M.Pd.

Dikatakan sebelumnya outdoor learning selalu merambah dunia usaha dan industri. Namun karena beberapa kendala seperti keterbatasan daya tampung dan lokasi yang terpisah, sekolah mencoba dunia kampus.

Sementara Wakil Dekan I Much. Sofyan Zarkasi, S,Sn., M.Sn menyambut baik program ini. Menurutnya realita hidup dan kemandirianpun bisa melalui pendidikan seni. Tidak sedikit mahasiswa ISI Surakarta mendapatkan proyek sebelum mereka menyelesaikan kuliahnya. “Memasuki dunia seni memegang 50 persen kehidupan selanjutnya,” tambahnya. Sehingga siswa jurusan Bahasa, IPS, maupun MIPA dapat memilih dan menekuni seni sesuai bakatnya masing-masing.

Sebagai “kuliah perdana”, para siswa diajak dosen Program Studi DKV Rendya Adi Kurniawan, M.Sn membuat desain karakter tokoh untuk komik, animasi, atau unsur kreatif lainnya. “Membuat karakter tidak sekedar asal jadi, namun perlu latihan agar karakter tersebut mudah dikenali oleh orang lain,” jelasnya.

Kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan para siswa menuangkan imajinasi di atas media kertas. Terlihat beberapa mahasiswa DKV dengan sabar keliling dan memberi bimbingan siswa yang mengalami kesulitan. Menariknya, beberapa siswa mampu menjelaskan makna dari karakter yang dibuatnya.

Kuliah berikutnya, peserta terbagi menjadi tiga ruangan. Pertama, siswa kelas Bahasa melanjutkan workshop bersama Prodi TV dan Film. “Saat ini dunia perfilman di Indonesia sudah maju, namun jalan ceritanya kurang kuat,” ujar Kaprodi Titus Soepono adji, S.Sn.M.A. Beberapa adegan lucu muncul ketika sesi praktek akting langsung di depan kamera. Ada yang meloncat dari kendaraan, ada yang sangat gugup sehingga berbicaranya menjadi terbatah-batah, dan ada juga yang sangat percaya diri layaknya presenter sungguhan. “Dunia akting yang paling utama adalah kepercayaan diri dan menguasai emosi,” pesan salah satu dosen favorit Citra Amelia S.Sn, M.Sn dalam paparannya.

Lain halnya dengan kelompok siswa Jurusan IPS, mereka menjadi mahasiswa di Prodi Batik dan  dibagi menjadi dua. Kelompok pertama langsung mewarnai batik dan kelompok kedua membuat batik cap terlebih dahulu untuk kemudian diwarnai dan dikeringkan. Di akhir kuliah, dipilih karya batik terbaik. Urutan pertama adalah karya Camandira (XI IPS 1), sedangkan Hetty (XI IPS 1) dan M. Iqbal (XI IPS 4) berada pada posisi dua dan tiga.

Terakhir, siswa jurusan MIPA mengikuti perkuliahan bersama Kaprodi Desain Interior Ahmad Fajar Ariyanto, S. Sn, M.Sn membuat desain sebuah kamar tidur dengan metode satu titik hilang. Sebelumnya siswa diminta membuat garis diagonal dan horizontal. Tujuan agar siswa lebih terampil dalam menarik garis dari satu sisi ke sisi yang lain.(ria/dev/eni/fir/vic)

Repost: BERITA SMA LAB UM

Leave us a Comment