SMA Laboratorium UM Kunjungi RSU Syaiful Anwar dan Bank Indonesia

WhatsApp Image 2018-04-14 at 10.27.49

WhatsApp Image 2018-04-14 at 10.27.47Malang Kota – Liburan selama Ujian Nasional Berbasis Kompuer (UNBK) bukanlah menjadi penghalang bagi siswa SMA Laboratorium UM kelas X dan XI untuk tetap belajar. Pasalnya, mereka mengunjungi Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan RSU Syaiful Anwar Kota  Malang (12/4). “Siswa kelas X IPS perlu melihat langsung tentang peran Bank Central, sementara siswa kelas XI MIPA memperoleh materi tentang hemodialisa,” ujar wakasek Humas Dra. Jumiati, M.Pd.

Lebih lanjut Jumiati menjelaskan dipilihnya Bank Indonesia sebagai tempat sumber belajar  diharapkan kunjungan ini memberikan manfaat dan pengetahuan kepada para siswa. Sehingga siswa punya pengalaman tentang ruang lingkup kerja Bank Indonesia termasuk dalam proses kliring dan pemusnahan uang secara langsung.

Bertempat di Ruang Serbaguna, seluruh siswa dan guru pendamping diterima oleh Manajer Fungsi Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Agus Sumirat. Dalam paparannya, Agus mengajak siswa mengetahui keaslian uang dan mencintai rupiah. Agus mengajak siswa SMA Laboratorium UM mengenal uang dengan metode 3D, untuk mengecek keaslian uang rupiah yaitu dengan dilihat, diraba dan diterawang. Sedangkan cara memperlakukan uang dan mencintai  rupiah dengan metode 5J yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan disteples, jangan diremas,dan jangan dibasahi.WhatsApp Image 2018-04-14 at 11.21.41

Hal ini perlu dilakukan mengingat Bank Indonesia Malang menghancurkan uang rusak sampai 40 milyar rupiah setiap harinya.  “Masyarakat bisa menukar uang asalkan tingkat rusaknya tidak lebih dari dua per tiga atau tidak lebih dari 5 tahun setelah pencabutan masa berlaku uang,” ungkap Agus.

Sementara di RSU Syaiful Anwar, siswa melakukakan pengamatan langsung sebagai bentuk integrasi mata pelajaran biologi yang didapat oleh mereka di sekolah. Bertempat di ruang ruang bakordik, mereka  sangat antusias menerima materi tentang sistem ekskresi tubuh manusia. Selanjutnya siswa menuju ruang cuci darah. Di ruangan tersebut, peserta didik terbagi menjadi 4 kelompok dan memasuki 2 ruangan yang berbeda. Setiap kelompok didampingi oleh satu perawat dan melakukan pengamatan tentang tatacara langsung cuci darah.

“Dalam akhir kegiatan, para siswa menuliskan hasil kunjungannya ke dalam catatan mereka sebagai bahan belajar dan laporan kepada pengampu mata pelajaran Ekonomi dan Biologi,” ungkap Jumiati mengahiri paparannya.

Di kutip dari Kabar SMA Lab UM

Blog Attachment

Leave us a Comment