Kunjungan ke SMK Tun Mamat Malaysia

smktm2-1024×509

PARA GURU SMA LAB UM BESERTA KETUA YAYASAN BPLP UM MELAKSANAKAN KUNJUNGAN KE SMK TUN MAMAT MALAYSIA

smktm4-768x297

Kurikulum nasional salah satunya menuntut guru memiliki wawasan global, yaitu wawasan tentang pendidikan di luar negeri. Sebagai perwujudan tujuan tersebut, sebanyak 48 Civitas akademika SMA Laboratorium UM beserta jajaran Pimpinan Badan Pengembanganan Laboratorium Pendidikan (BPLP) mengunjungi  Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Tun Mamat  Johor Malaysia pada hari Kamis tanggal 22 September 2016. Sambutan luar biasa langsung terasa ketika pertama kali menginjakkan kaki. Suasana kekeluargaan kami rasakan hingga berahkirnya kegiatan.

smktm7-300x138Dalam kesempatan tersebut, rombongan disambut dengan barisan pelajar putri membawa bunga dan hiasan mirip budaya Betawi.  H. Mahmud Sarlan selaku
Pejabat Pendidikan Daerah Ledang atau setara dengan Kepala Dinas Pendidikan bersama H. Zakaria Bin Hj Haiyun, Pengetua atau Kepala Sekolah SMK Tun Mamat mendampingi rombongan menuju aula dengan iringan rebana.

Rombongan juga disuguhi tampilan pencak silat, sebagai sajian selamat datang. Adanya kesamaan budaya Indonesia dan Malaysia menandakan kedua negara ini berada dalam satu rumpun. Terlihat banyaknya kemiripan nada dan irama rebana serta gerak pencak silat yang ditampilkan selama salam pembuka.smktm5-300x141

Dalam sambutannya, Haji Zakaria menyampaikan sejarah berdirinya SMK Tun Mamat. Sekolah ini terletak di Jalan Payanas Tangkak, yaitu kira-kira 3 jam dari Kuala Lumpur lewat jalur darat. Sekolah yang dibangun sejak Januari 1962 mengalami perpindahan lokasi beberapa kali hingga sekarang. Nama Tun Mamat adalah sebagai penghormatan atas kehebatan tokoh pahlawan Kesultanan Melayu. Tun Mamat dikenal dengan wira handal   yang mempunyai nilai-nilai murni seperti keberanian, taat, setia, dan jujur.

Sedangkan sarana dan prasarana penunjang terus dikembangkan SMK Tun Mamat. Gedung 4 tingkat yang terbagi dalam 15 blok dan 53 ruang kelas dibangun untuk menampung 1600 siswa. Sementara 6 ruang laboratorium dan 4 bengkel untuk workshop, pusat belajar, laboratorium komputer, dan ruang seni tersedia seiring dengan pertambahan jumlah pelajaran dan meningkatkan proses belajar mengajar. Semua sarana dan prasarana ini dibangun di atas tanah yang luasnya 2 atau 3 kali rata-rata sekolah di Malang.

smktm6-300x170Hal menarik dari sekolah yang mendapat bantuan dari kerajaan Malaysia ini adalah keragaman budaya, etnis, dan agama. Setidaknya ada tiga rumpun besar seperti Melayu dengan sebagian besar beragama Islam, penganut agama Budha berasal dari etnis China, dan India dengan mayoritas penganut Hindu.
Sajian tari Cinday, Kipas, dan Tongkat sebagai perwakilan budaya dari masing-masing etnis menjadi bagian dari serangkaian acara.smktm3-300x266

Puncak kegiatan berupa penandatanganan antara SMA Laboratorium UM dengan SMK Tun Mamat. Kepala SMA Laboratorium Rosdiana Amini, M.Pd berharap terjalinnya kerjasama kedua sekolah dibidang pendidikan, budaya, dan penelitian.

Sebelum meninggalkan tempat, rombongan berkesempatan melihat suasana belajar di kelas, laboratorium, lapangan olah raga, dan ruangan lain. Keramahan dari warga SMK Tun Mamat menjadikan beberapa peserta menyempatkan diri berhenti dan berfoto bersama-sama. Terakhir rombongan menuju kantin sekolah, dengan daya tampung 1500 orang, untuk menikmati hidangan makan siang.

 

 

Blog Attachment

Leave us a Comment