OLIMPIADE SAINS NASIONAL GURU (OSNG)

foto bersama dengan peserta olimpiade guru

olimpiade guru sma

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional Guru (OSNG). Kegiatan OSNG diikuti oleh guru SD, SMP, SMA dan SMK dengan mata pelajaran matematika, dan IPA untuk guru SD dan SMP dan mata pelajaran matematika, fisika, biologi dan kimia untuk SMA dan SMK. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memotivasi guru untuk meningkatkan kompetensinya.

Alhamdulillah SMA Laboratorium UM senantiasa menyambut kegiatan OSNG dengan prestasi yang sangat membanggakan, pada pelaksanaan Olimpiade Sains Se-Kota Malang pada tahun 2015 salah satu guru SMA Laboratorium UM mata pelajaran Matematika atas nama Deddy Setiawan, M.Pd berhasil menyabet juara 1 pada acara bergengsi ini. Untuk pelaksanaan Tahun 2016 lagi-lagi guru SMA Laboratorium meraih juara 1 OSN Se-Kota Malang, kali ini untuk pelajaran Kimia atas nama Vasril Vaudhi, S.Pd.

Capaian hasil ini sangat amat membanggakan dan sekaligus juga sebagai pemacu motivasi kepada seluruh Civitas SMA Laboratorium UM untuk dapat berperan dan  berprestasi di ajang Olimpiade sains. Semangat…..

Berikut adalah tulisan dari Bapak Vasril Vaudhi yang mudah-mudahan dapat menggugah kita:

penulis olimpeade sma guru

GURATAN PENA

PENGISI KEHIDUPAN

Usaha dan Doa adalah sejalan adanya, yang tak akan pernah disiakan olehNYA Sang pemilik cerita kehidupan. My mother said: yakinkan dirimu, bahwa Allah adalah sebaik baik penolong dan tempat bergantung, jangan berharap pada sesama makhluk, itu yang saya yakini. My wife said : dalam kehidupan jangan lelah berbuat,berbuat, dan berbuat baik walaupun orang lain membalas dengan ketidakbaikan.

Gelar “The Champs” disematkan bagi mereka yang memang menjuarai kehidupan, bukan gelar karena kita menjuarai lomba atau event tertentu, karena kehidupan memiliki tahapan yang jauh bertingkat dengan kompleksitas tantangan yang melebihi sekedar olympiade, thats i thought “The real champs

Memenangkan sebuah kompetisi bergengsi sekelas OSN Guru 2016 bidang Kimia Tk Kota Malang ini, hampir tak terbayangkan ataupun terlintas di benak saya. Dengan persiapan yang dirasa yaa… ala kadarnya. Dari hasil presentasipun perolehan angka saya hanya 78 (ukuran lumayan untuk sekedar di atas KKM sekolah J ) dan harus tampil pertama, membuat saya tak banyak berharap. Yang membuat saya tenang tak memikirkan/ berharap juara karena:

  1. Saya sudah cukup bersyukur telah lolos seleksi dari sekian puluh guru kimia di SMA negeri

maupun swasta di kota Malang ini hingga masuk 5 besar.

  1. Saya pagi hari alhamdulillah dapat menunaikan shalat subuh dan membaca surah Yasin

(karena teringat keluarga besar, dan para rekan seprofesi yang sudah berpulang : Ibu Yuyun D,

Pak Alfan M, Ibu Cicik A)

  1. Saya berangkat dari rumah sudah pamit dan mengecup kening istri saya (setelah sehari

sebelumnya meminta restu Ibu)

Dari hal-hal sederhana tersebut, saya merasa sudah All out maka biarlah hasil mengikuti usaha dan doa saya.

Pada saat presentasi, dari kesekian tampilan, Ibu Iswaning (SMAN 8) dan Pak Dasianto ( SMA BSS) adalah penyaji handal, karena bisa membuat dewan juri terkesima. Pak Sony ( SMA Nasional) pun tak bisa dianggap sebelah mata, namun karena terdapat technical error  pada laptopnya sehingga menjadi tidak maksimal mempresentasikan video pembelajarannya.

Singkat cerita, memang berkah Allah dan ridloNYA bekerja pada kasus saya ini, dengan nilai presentasi minim (78) ternyata saya tertolong dari nilai awal (NA) sebesar 35 yang menurut dewan juri berasal dari tes dan tahapan sebelum-sebelumnya. Entah bagaimana pembobotannya yang saya sendiri kurang yakin darimana asalnya tertulis nilai akhir saya 87,36 sedangkan Ibu Iswaning, Pak Sony dan Pak Das berturut-turut 83,36 ; 83,28 ; 83,20.

Ternyata kegembiraan itu hanya berlaku sesaat, cerita lain gayung bersambut, walaupun juara I saya belum dapat melaju ke tingkat provinsi karena terkendala persyaratan. Bukan kekecewaan atau kesedihan ketika Ibu Trisnawati ( KaFundik Diknas Kota Malang) mengatakan: “ Bapak benar ikhlas jika tidak berangkat dan digantikan oleh juara II  maju ke provinsi?” namun yang ada hanya perasaan sadar diri bahwa ini sudah jalan ceritaNYA. Hal ini mengingatkan saya pada salah satu ayat QS. 55 (Ar Rahman) yang sempat terbaca oleh saya sesaat sebelum pengumuman lomba. Fabiayyi alaa irobbikumaa tukaddzibaan yang bila diterjemahkan berarti Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Sudah sepantasnya saya banyak bersyukur, karena diberikan kesempatan berkarya di episode ini. Akan selalu banyak episode berikutnya menanti untuk kita perankan.

Bagi saya “menjadi sebanyak manfaat bagi sebanyak umat (khalayak)” adalah kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri yang tak berbayar dengan apapun. Ketakutan saya hanya jika, ketika saya tiada (meninggal), banyak orang yang tak mengingat ataupun mengenang saya dalam kebaikan sehingga enggan mengirimkan doanya.

 

Hiduplah dengan sehat, bahagia, damai, bersahabat, bermartabat dan berbuat sebanyak yang bisa diperbuat. Allah akan selalu hadir di hati mereka yang meyakini kuasaNYA.

 

(dedicated to civitas SMA Laboratorium UM Malang, Thanks for praying, Hope the best for Us,

Love you all)   by FaChemizt3

foto bersama dengan peserta olimpiade guru

 

Blog Attachment

Leave us a Comment